Ini adalah blog pribadi saya, berisikan tulisan-tulisan saya yang tentunya terinspirasi dari banyak hal dan kejadian. Jika ada kebaikan di dalamnya tentu datangnya dr Robb kita yg Maha Baik, jika ada kealpaan pasti datangnya dr saya pribadi. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 21 Januari 2012

Kunci Keberhasilan Dakwah

(review ta'lim LDK 5 Januari 2012, o/ Ust.Masturi)

Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan[646]. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu." QS> At-Taubah:52

Kajian bulanan kali ini diawali dengan surat At-Taubah ayat 52 di atas. Dalam ayat tersebut tertulis, bahwasannya ada dua hal (dari keberhasilan dakwah) yang senatiasa ditunggu-tunggu oleh para muharik dakwah. Kedua hal tersebut adalah tamkin (yaitu kemenangan dakwah) dan atau mati syahid di jalan dakwah.

Terealisasikannya salah satu dari dua hal tersebut -yang keduanya adalah sama-sama kebaikan- menunjukkan bahwa telah sampainya kita pada tingkat keberhasilan dakwah. Ketika tombak kekuasaan untuk memimpin dan mengarahkan masyarakat telah ada di tangan para da'i, maka disanalah dakwah baru bisa dikatakan telah berhasil. Pilihan kedua adalah kesyahidan. Ketika para da'i telah berjuang sepenuh jiwa raganya untuk kemenangan islam, namun sampai pada titik darah pengahabisan dan kesyahidannya dakwah belum juga mendapatkan kemenangan, maka sesungguhnya ini pun sudah dapat dikatakan dakwahnya telah berhasil.

Untuk dapat mencapai keberhasilan dakwah tersebut, tentunya banyak fase-fase dan proses yang harus dilalui  lebih dulu oleh para muharik dakwah.
Mengenali medan dakwah, mengetahui target-target dakwah, mengetahui pilar-pilar penting kesuksesan dakwah, hingga memahami kriteria dari kesuksesan dakwah itu sendiri.

Poin pertama adalah mengenali medan dakwah. Ada 3 medan dakwah yang disampaikan oleh Ustad Masturi. Yang pertama adalah dakwah aammah (dakwah umum). Dakwah aammah ini adalah dakwah terhadap masyarakat umum atau masyarakat kampus secara umum jika dalam konteks dakwah kampus. Dakwah dalam tahapan ini lebih sering diwujudkan secara besar-besaran, berupa acara-acara pensyiaran seperti tabligh akbar, seminar-seminar, dan berbagai acara yang bersifat umum lainnya. Kemudian dakwah khossoh, dakwah dalam tahapan ini sudah tidak lagi seperti dakwah aammah yang bersifat 'kroyokan' atau besar-besaran dan terlihat. Dakwah khossoh lebih kepada pembentukan karakter para da'i yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Untuk membentuk karakter da'i yang baik, tentu tidak dapat secara instan. Semua memerlukan proses yang memakan waktu, menguji keistiqomahan, mendekatkan dan merapatkan, menguatkan pemahaman, hingga mimpi akan pribadi-pribadi yang sholeh dan mensholehkan pun tercipta. Smua itu akan tercipta dengan kesabaran kita para da'i berada dalam fase khossoh, dalam lingkaran-lingkaran malaikat, yang biasa kita sebut halaqoh.

Di antara kedua medan tersebut, ada fase atau tahapan pertengahan. Kita biasa menyebutnya Robthul Aam. Pada fase ini komunikasi atau proses dakwah lebih terbatas. Pendekatan yang dilakukan lebih kepada segolongan orang, kelompok atau komunitas tertentu. Berdakwah lebih kepada khudwah hasanah, pendekatan intensif terhadap golongan-golongan yang sudah ada kecenderungan ke arah dakwah, namun masih sulit atau tidak bisa untuk diajak menjadi aktivis dakwah. Orang-orang pada tahapan ini biasanya merupakan kalangan simpatisan dakwah, yang mendukung namun tidak turut dalam gerakan dakwah secara khusus.

Berikutnya Ust. Masturi juga menyampaikan poin-poin targetan dakwah, antara lain; terlaksananya amal, tersosialisasinya program dakwah, tersosialisasinya fikroh, minimalisir perlawanan terhadap dakwah, objek dakwah bisa bersikap objektif dan netral, menyetujui fikroh, mendukung dakwah, menggerakkan dakwah, membela dakwah, hingga berjuang dijalan dakwah. Poin-ppoin tersebut lah yang wajib kita 'kejar' untuk mewujudkan keberhasilan dakwah.

Ada 2 pilar utama yang menjadi kunci kesuksesan dakwah dan tercapainya targetan-targetan dakwah di atas. Dua pilar tersebut adalah Qiyadah Rosyidah (pemimpin yang bijak) dan Jundiyah muthi'ah ( pengikut yang taat). Qiyadah Rosyidah di sini berarti adalah pemimpin yang dapat bijaksana dalam mengambil keputusan. Dia tidak pernah meninggalkan syuro dan istisyaroh dalam setiap keputusannya. Sedangkan Jundiyah muthi'ah di sini pun, bukanlah pengikut yang hanya sekedar mengikuti secara penuh (taqlid buta), tetapi adalah jundi yang taat pada pemimpinnya disertai dengan pemikiran yang tajam dan berpegang pada AlQur'an dan Sunnah ('ala bashiroh).

Ketika semua elemen yang diperlukan untuk dapat meraih keberhasilan dalam dakwah dapat bersinergi dengan baik, dapat saling melengkapi dan memahami satu dengan yang lain, maka keberhasilan atau kesuksesaan dakwah adalah merupakan sesuatu yang pasti.

Perwujudan asholatul fikroh (kemurnian fikroh), fahmul awaiq (memahami  rintangan), muwasholatul 'amal (kerja yang terus menerus dan berkelanjutan), tauhidushoff (ketahanan barisan), serta wihdatuttaujih (kesatuan komando) adalah sebuah keniscayaan. Maka yakini lah, kemenangan dakwah ada pada kita. Mungkin tidak segera, namun pasti, karna ia adalah janjiNya.

wallahu'alam bishshowab

lihat di dakwatuna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar