Ini adalah blog pribadi saya, berisikan tulisan-tulisan saya yang tentunya terinspirasi dari banyak hal dan kejadian. Jika ada kebaikan di dalamnya tentu datangnya dr Robb kita yg Maha Baik, jika ada kealpaan pasti datangnya dr saya pribadi. Semoga bermanfaat.

Rabu, 26 Desember 2012

Nonton Habibi&Ainun

Alhamdulillah,,,postingan saya kali ini dan mungkin beberapa postingan selanjutnya akan lebih banyak berisi tentang curhatan saya, sebagai seorang istri,,juga calon ibu ^^. Curhatan-curhatan yang sempat tertunda beberapa waktu lamanya.

hmmm.....baiklah,,
Setelah planning pertama pada hari Jumat 21 desember lalu saya dan suami gagal nonton film ini,,akhirnya pada Senin, 24 Desember kemarin jadilah kami berdua -ber3 sama si dede :)- nonton film yang lagi rame2nya dibicarain orang2..

Yaps Habibi & Ainun.
Awalnya sempet bingung,,coz suami maunya nonton 5 cm yang memang belum sempat kami tonton. Tapi akhirnya,,tentu saja,,, sang istri yang menang.. yeay.... prok prok prok...... ;)




Kami sengaja membeli tiket 21 dengan jadwal siang, ba'da zuhur, pukul 12.30 tepatnya. Tentu agar sorenya kami dapat melanjutkan dengan agenda lainnya. Sebelum sampai di mall Cijantung, kami sengaja sudah mampir ke Mie Ayam Rica-rica favorite kami terlebih dulu, supaya tiba di mall tinggal sholat n gak perlu cari makan yang tentunya harganya lebih mahal2 untuk makanan yang biasa-biasa aja standar mall. Heheh..

Ba'da Sholat, masih ada waktu beberapa menit sebelum film-nya mulai. Akhirnya,,,jadi lah suami sholeh kesayangan saya itu turun dulu ke basement lt.1 (theater 21 di lt.4) untuuuuuuk............ untuk apa hayooo.....
Jreng jreng..........
untuk........ beliin kesukaan saya.....  ESKRIM SUNDAE STRAWBERRY..... heheh.... asik kan,,,

Tau dong kalau masuk area 21 itu gak boleh bawa makan-minum dari luar..... Hixs.... akhirnya seperti yang memang sudah direncanakan sebelumnya,, hoho.... 2 buah eskrim Sundae itu pun,,, masuk ke dalam tas saya.... :),dan sampai dengan selamat di dalam theater tanpa ketauan pak satpam....
 nyam nyam......sluuurrrpppp..........

huhu....kelamaan opening curhatannya yaaaah,,,,kapan review film-nya dooong.... hehe,,,
siap!

hmm..
Film-nya baguuuus.......!!! Makin salut sama Prof. Habibi. Kerenn banget ya...!
Selain punya sisi akademis yang luar biasa hebat, pak Habibi juga punya sisi lelaki yang luar biasa. Begitu juga dengan almarhumah bu Ainun. Sungguh merupakan contoh istri yang baik, yang patut ditiru oleh para istri. Baru beberapa menit menonton film ini, udah gak tahan jatuh juga deh airmata.. Suami yang memang hobi meledek malah tertawa-tawa melihat istrinya mengharu-biru..... dassssaaaaar Abiiiiii!!!! :),


Serunya nonton film seperti ini sama suami itu jadi ada 'sesuatu' yang dapat kami bawa pulang.. jadi saling tawa-tawa, senyam senyum berdua,,, cubit-cubitan,, pas liat adegan-adegan yang agak-agak mirip dengan keseharian kami.. :)
Abi (suami aku) paling heboh pas di adegan pak habibi gak mau tidur juga,, trus pintu kamar dikunciin,, bu ainun tidur memunggungi pak habibi.. Pasti si abi inget sering saya gitu-in,, hehe,,,,

banyak adegan yang mengharu biru,,,apalagi pas adegan bu ainun hamil. Kebayang rasanya hamil jauh dari keluarga,,,hamil pertama pula, di negeri antah berantah gitu,,, Luar biasa ya,,,

Pokonya saya sukaaaaa,,,,,,,sama film ini lah.titik.hehe,, :), eh eh.... ada tapi-nya juga siiih,,,, di luar dari film-nya yang berdasar kisah nyata pak Habibi bu Ainun ini,, dan juga akting pemainnya yang bagus banget,, yang  disayangkan adalah,,, pemeran suami-istri ini bukan muhrim.... :(( adegannya juga banyak yang mesra-mesra gitu kan,,, Well,,, ya begitulah...
tapi over all i like it!!! :))




Selasa, 30 Oktober 2012

Maka, Marilah Kita Melangkah

Dalam setiap harapku ia hadir, karena ingin sekali kugapai ridhoNya. Ku berharap padaNya agar Ia tunaikan harapku. Menghadirkan pendamping dari tulang rusukku, sebagai anugerahNya. Yang menjadi penyejuk mata, menentramkan hati dikala melihatnya. Yang merawat setiap benih iman agar ia semakin tumbuh dengan akar yang menghujam dan memberikan kebermanfaatan sebesarnya. Yang menjaga kehormatannnya serta kehormatan imamnya. Yang mendidik generasi penerus risalah, yang membesarkannya menjadi orang yang kuat terhadap terpaan topan zaman. Yang menjadi pengingat akan segala khilafku. Yang menjadi pewarna setiap hari-hariku.


Begitu harapku padaNYa, dan jika kau membaca ini, itu berarti kaulah jawaban dariNya atas segala harapku padaNya. Akhir dari penantian panjang yang tak sedikit menyedot energi jiwa sehingga kadang ia terkatung tak karuan. Maka, marilah kita melangkah...

Kita kan sambut cinta ini dengan sentuhan lembut penuh harap, biarkan desirannya menerpa hingga menyejukkan dan menyegarkan.

Dinda, kan kugenggam jemarimu agar kupastikan kita melewati masa ini bersama. Menapaki satu demi satu anak tangga, yang entah dimana akhirnya..

Kekasihku, kau yang membaca surat ini. Kan ku kuatkan pundak ini untuk terima seberat-berat tangismu, juga harapmu. Kusiapkan telinga ini untuk dengar semua keluhmu, manjamu dan doamu. Ku jadikan tangan ini selalu siap menggenggammu di kala resahmu.

Kita kan berlabuh menuju pulau kebahagiaan dalam naunganNya, mengarungi lautan ini dengan layar terkembang.

Ummi-ku, kita yang akan besarkan anak-anak kita agar ia menjadi orang yang teguh terhadap sunnah RasulNya dan kokoh ikatannya terhadap Tuhannya, Allah Robbul Izzati. Ia yang menjadi penerang ummat, penyeru takbir di tengah hiruk pikuk zaman.

Permataku, tak ingin pula hadir lalai yang dapat melupakan kita pada Rabb kita, yang menjadikan berada disini sekarang dengan seindah-indah takdirNya.

Sayangku, kita hadirkan rasa percaya, saling menguatkan, saling memahami, agar kita rajut cinta menjadi sebuah pakaian yang indah. Kaulah pakaianku, dan akulah pakaianmu.

Mari sambut tanganku, bersama kita tatap masa dengan kepercayaan serta keteguhan atasNya. Semoga Dia jadikan cinta kita penghias diri kita sehingga kemudian Allah ridho terhadap surgaNya kelak. Amin


_Dari aku untuk kau yang terpilih untukku hari ini untuk selamanya..

Surat cinta pertama di malam Zafaf kita,
Tak pernah bosan diri ini membaca ulang sepenggal surat cinta pertama yang lelaki pilihan itu berikan padaku di malam zafaf itu. Ah, a,, kau memang sungguh KURNIA tak terhingga dari-Nya,, Alhamdulillah...

Sebenarnya masih ada 2 lembar lagi surat cinta pertama ini,,tapi cukup untuk konsumsi pribadi saja,,nanti makin tambah membuat iri yang belum nikah lagi.. ^^

Barokallohufiikum... moga Allah semaikan cinta ini selamanya,, Aamiiin,

Minggu, 28 Oktober 2012

Suamiku Memang Tinggi

Seperti yang tertera pada judul, saya akan menulis tentang dia, tentang suami saya,, :), alhamdulillah.. April lalu Allah izinkan saya tuk genapkan setengah dien.

Bagi yang sudah biasa membaca tulisan-tulisan saya, tentu merasa tak asing dengan judul postingan saya kali ini. Yaps,, tulisan kali ini bisa dibilang adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya, yang saya posting pada awal Januari lalu, Calon Suamiku Harus Tinggi!

Alhamdulillah.. 29 April 2012 lalu, atau bertepatan dengan 7 Jumadil Akhir 1433 H, akad itu pun dengan jelas dan lancar terucap sudah oleh seorang ikhwan luar biasa yang kini menjadi suami saya. Tak terasa 6 bulan sudah kami jalani bersama.

Luar biasa, kesyukuran tak henti terucap pada Robb penggenggam jiwa. Ia kabulkan pinta ini dengan menghadirkan seorang suami 'tinggi' seperti yang saya minta. Memang tak terlalu tinggi dalam arti sebenarnya.. namun cukup, karena sudah melebihi tinggi saya.. :p. Lagipula apalah arti tinggi fisik jika tak disempurnakan dengan tinggi-tinggi yang lain bukan..?.


Seorang sholeh itu memang tinggi, sungguh kudapati tinggi militansinya terhadap dakwah,,
Memang sungguh tinggi,, tinggi baktinya pada keluarga,, pada Bundanya,
Suamiku memang tinggi,, tinggi ketaataanya pada illah sang pencipta,
Dia memang tinggi,, tinggi ilmu dan amalannya, bekal mengimamiku di dunia dan akhirat kelak,

Wahai Allah, dzat Yang Maha Tinggi,, izinkanlah kami untuk meninggi bersama,
tak perlu tinggi di mata manusia, cukup tinggi derajat kami dihadap-Mu semata,

Wahai Allah,,
Segala puji bagi-Mu,, sepenuh langit dan bumi,



Indahnya ketika Ia pertemukan tulang rusuk dengan pemiliknya,, tepat pada waktunya,

Rabu, 24 Oktober 2012

I'm Back! Mari Kembali Meningkat!

Tercatat di blog ini postingan terakhir saya pada Maret 2012. Berarti sudah kurang lebih 8 bulan lamanya gak nulis n posting apa-apa -selain berita di PKPU yang memang adl pekerjaan saya tentunya-.

Hmm..
Baiklah. Bismillah...Mulai hari ini saya akan kembali rajin menulis dan memostingnya di blog ini. Yakin yakin Smangat! :)

Tentu, seperti yang kita ketahui bersama, mempertahankan (baca: istiqomah) memang lebih sulit daripada memulai. Kita bisa dengan sangat bersemangatnya,,berapi-api,,menggebu-gebu,, untuk memulai sesuatu.
Namun lihat, apa yang kebanyakan dari kita perbuat selanjutnya? Lalai dan gagal melanjutkan.

Dengan sebab ini kemudian kita kembali lagi ke titik nol, dan memulai kembali semuanya dari awal. Ini artinya bukan hanya sekedar membuang waktu, melainkan juga menunda peningkatan diri. Padahal lagi-lagi kita sama-sama tau, bahwa Allah dzat pencipta kita tentu lebih suka pada hambanya yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Untuk dapat istiqomah dan mengalami peningkatan setiap harinya tentu bukan hal yang mudah. Tapi tidak mudah itu bukan berarti tidak bisa bukan?.
Maka sekali lagi, bismillah..
Mari bangkit bersama, beristiqomah bersama, dan meningkat bersama,, pasti bisa. Yakin yakin SMANGAT!!! ^^




Tarqiyah.Com adalah website yg tengah saya dan suami kelola bersama, sila mampiir... :)

Senin, 19 Maret 2012

Kontemplasi Diri Dibatas Waktu

Mengkontemplasikan niat
Apa mau kita? Apa tuju kita?
Ia kah IA? Ia kah jannah-Nya?
Melulu itu yang kita tanya, melulu itu yang kita meragu
Melurus niat, mengharap ridha
Menguat azzam, melepas tawakal
Tak seberapa ilmu yang membekali diri
Tak seberapa ibadah yang menentramkan hati
Maka sepantasnya-lah tangis penghambaan meluruh
Deru pengharapan memadu
Mengganti tiap rawatib, tahajjud, Dhuha…
pada kepasrahan penuh seluruh, di istikhorohnya.
Tak bertanya pada sesiapa selain Ia
Tak memasrah kepada selain takdirNya.
Kelak tanya itu pun kan terjawab
Kelak tabir itu pun kan tersingkap
Samar hingga jelas


Lihat di: dakwatuna

Sabtu, 17 Maret 2012

Aku Sedang Menunggu


Aku sedang menunggu
Menunggu yang tak suka ditunggu
Menanti yang tak suka berdiam diri          

Tiada yang dapat mempercepatnya
Pun tiada pula yang dapat memperlambatnya

Tiada ada yang pasti
sebelum mitsaqon golizho tergema
Sebelum akad terlaksana
Maka bermunajat lah, jangan bosan temui IA

Perbaiki diri, bermohon yang terbaik,,



Sabtu, 17 Maret 2012

Hari bincangmu dg Ayah

Jumat, 03 Februari 2012

Tongkat Ini Padamu Dik

Tongkat ini padamu, dik. Maka memejamlah sejenak,, tuk luruskan kembali niat,, tuk kumpulkan kembali semangat,, tuk pulihkan kembali lelah, tuk hapuskan segala resah dan gundah,, Memejamlah sejenak. Namun sejenak saja,, untuk kemudian kembali membukanya, untuk kembali bersemangat, untuk kembali menapaki jalan ‘lelah’ lagi bersama.

Tongkat ini padamu, dik. Maka jagalah ia. Genggam  erat, dengan ukhuwah yang rapat lagi hangat. Karena sejatinya perjalanan menggenggam tongkat ini tidak mudah, tidak selalu indah, kan meminta peluh bahkan mungkin juga darah. Tentu kau butuh sesuatu yang sering kali kita sebut dengan kata ukhuwah tuk dapat bersama melaluinya dan saling memperkuat.

Tongkat ini padamu, dik. Lihatlah,, belajarlah,, ambilah hikmah dari luka-luka pemegang sebelumnya. Jangan.. jangan biarkan langkah-langkahmu terjatuh kembali pada tempat yang sama. Jangan.. jangan biarkan krikil-krikil yang sama menyandungmu, melukaimu,,atau bahkan menghentikanmu dari lari-lari optimis menuju kemenangan nyata yang tlah dijanjikan-Nya.

Tongkat ini padamu, dik. Maka lanjutkanlah. Jangan memulai lagi dari awal, namun menolehlah kembali ke start untuk mengambil pelajaran tuk kemudian melanjutkan. Lanjutkanlah,, berlarilah,, terus menuju kemenangan, atau setidaknya tuk sampai kembali pada punggung penggenggam tongkat berikutnya.

Tongkat ini padamu, dik. Lagi,, genggam erat, jangan biarkan ia terlepas oleh apapun sebab. Bahkan jikalah tongkat ini berbara, berduri, yang membuat telapakmu memerih... tetaplah genggam ia erat. Redamlah perih dan luka dengan Al-Huda dan sunnah rasul-Nya. Ingatlah Dia maka kan meluntur segala lara.

Tongkat ini padamu, dik. Berlarilah secepat yang kau bisa. Berlarilah menuju kemenangan yang nyata.  Namun jangan lengah. Jangan sampai tak terarah, jangan tanpa berencana. Berlarilah layaknya profesional yang mengejar menang dengan strategi dan kelihaian dalam segala peran.

Tongkat ini padamu dik. Beriring tangis, penuh cabik-cabik, gelisah, dan sedikit gundah berpindahlah ia. Beri yakinlah kami bahwa kau akan senantiasa menjaga, meninggikan, menguatkan, dan membawanya ke titik tertinggi dari kesejatian pengabdian dan penghambaanmu kepada Rabb semesta alam.

Tongkat ini padamu, dik. Berbaik-baiklah menjaganya. Inilah masa untukmu membintang dengannya. Menyempurnalah dengan sinar dari sinar-Nya. Menguatlah selalu dengan ingatan cita besar kita akan firdaus, 'Adn, na'iim, darussalam atau khuldi yang atas izinnya kelak kan menjadi muara kita melepas rindu dan dahaga akan cinta.



*Tertulis ini untukmu adikku (yg tak perlu kusebut namanya), adik2 binaanku, adik2 seperjuanganku di lembaga dakwah kampus syahid, juga adik2 semua yg tengah berjuang melanjutkan genggaman tongkat estafet dakwah, meretas cita besar akan ke-futuh-an  dien-Nya.




lihat di dakwatuna

Kamis, 02 Februari 2012

Hari ini aku Belajar lagi


Hari ini aku belajar lagi. Ya,,mungkin sebenarnya bukan pelajaran baru,, tapi baru tadi aku didingatkan kembali akan hal itu. Oleh Mamaku.. ya, mama tersayangku..


Hari ini, kami berbincang,, sama halnya dengan hari-hari yang lalu... 
Tiba-tiba Mama bilang....Kalo menurut dokter atau ilmu kesehartan, tubuh kita ini banyak banget pelindungnya,, mulai dari kulit,,sampe anti body dalam tubuh yang ngelindungin kita dari kuman-kuman penyakit yang banyak banget.. itu kata illmu kesehatan ... kaya misalnya air susus ibu,, itu adalah imun terbaik yang mesti dikasih seorang ibu sama bayinya...

Coba deh liat orang-orang dulu yang selalu ngasih anak-anaknya ASI,,ampe gede tuh anak sehat2 aja,,jarang sakit dah,, tapi coba liat anak-anak sekarang,, bayi – bayi sekarang tuh gampang-gampang banget sakit. Soalnya makanannya dari pabrik semua....


Tapi kalo menurut agama, lain lagi ki,,,pada tiap makhluk hidup itu udah ada malaikat pendamping yang bertugas ngejagain kita 24 jam nonstop...ampe kita meninggal nanti. Coba deh bayangin,,,tubuh kita tuh penuh dengan lubang-lubang sensitif...mata,,hidung..telinga... waktu kita tidur tuh sangat memungkinkan untuk segala macem benda-benda kecil atau binatang-binatang kecil seperti semut masuk ke tubuh kita... coba deh, ga ada kan orang yang kemasukkan semut di hidung atau telinganya??kalo pun ada, jumlahnya pasti satu diantara sekian orang... ya kan?? Coba dipikir, hal itu nggak mungkin bisa terjadi kalo nggak ada yang ngejagain kita... ya kan??
Makanya..puji syukur,, udah jadi keharusan untuk kita di setiap harinya agar DIA yang mengatur segalanya ini makin sayang dan redho sama kita...


Alhamdulillah.. :), 




tulisan lama di blog lama

Rabu, 25 Januari 2012

Hikmah: Membuka Pintu Syurga

Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih sore menjelang Ashar. Fatimah binti Rasulullah menyambut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan sukacita. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak karena kebutuhan di rumah makin besar.


Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. "Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeser pun." Fatimah menyahut sambil tersenyum, "Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Taala."


"Terima kasih," jawab Ali.
Matanya memberat lantaran istrinya begitu tawakal. Padahal,

Sabtu, 21 Januari 2012

Kunci Keberhasilan Dakwah

(review ta'lim LDK 5 Januari 2012, o/ Ust.Masturi)

Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan[646]. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu." QS> At-Taubah:52

Kajian bulanan kali ini diawali dengan surat At-Taubah ayat 52 di atas. Dalam ayat tersebut tertulis, bahwasannya ada dua hal (dari keberhasilan dakwah) yang senatiasa ditunggu-tunggu oleh para muharik dakwah. Kedua hal tersebut adalah tamkin (yaitu kemenangan dakwah) dan atau mati syahid di jalan dakwah.

Terealisasikannya salah satu dari dua hal tersebut -yang keduanya adalah sama-sama kebaikan- menunjukkan bahwa telah sampainya kita pada tingkat keberhasilan dakwah. Ketika tombak kekuasaan untuk memimpin dan mengarahkan masyarakat telah ada di tangan para da'i, maka disanalah dakwah baru bisa dikatakan telah berhasil. Pilihan kedua adalah kesyahidan. Ketika para da'i telah berjuang sepenuh jiwa raganya untuk kemenangan islam, namun sampai pada titik darah pengahabisan dan kesyahidannya dakwah belum juga mendapatkan kemenangan, maka sesungguhnya ini pun sudah dapat dikatakan dakwahnya telah berhasil.

Untuk dapat mencapai keberhasilan dakwah tersebut, tentunya banyak fase-fase dan proses yang harus dilalui  lebih dulu oleh para muharik dakwah.

Being a Reporter is I am

Iya. Saya adalah orang yang sangat percaya bahwa kesempatan tidak datang hanya sekali. Kesempatan datang berkali-kali, lagi, lagi dan lagi..dan lagi. Tapi,,,hal ini pun lantas tidak bisa kita jadikan kambing hitam untuk kita menyia-nyiakan segala kesempatan yang ada, yang melintas tepat di depan pelupuk mata kita.

Beberapa kali kesempatan untuk 'mencoret' daftar mimpi itu datang. Tak pernah luput diri ini dari mencobanya. Mencoba lalu gagal. Mencoba lalu gagal. Mencoba lalu Ia kabulkan.

Yaps! Alhamdulillah... finally i got it! Oh, Allah,, its like dreams come true..!!!!!!!!

Pada akhirnya saya mendapatkan pekerjaan ini. Reporter. Salah satu pekerjaan yang ada dalam daftar mimpi.

Liputan perdana, 21 Januari 2012 @Istora_KidsFest2012


Mungkin sebagian orang terheran-heran..pun demikian dengan saya. Saya yang belum juga mendapatkan gelar SPd ini..-insyaAllah segera- bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan itu dengan mengungguli lawan-lawan yang -mungkin saya pikir- lebih pantas, karena sudah memiliki benda itu (sebut saja ijazah :p ).

Meja kerja baru.. ruang MedCom_PKPU Pancoran


Ya, Allah memang Maha Baik..jangan pernah meragui itu.



tugas kita lah meminta,,,serahkan tugas mengabulkan padaNya.. :)

Minggu, 15 Januari 2012

Delisa Cinta Abi karena Allah

" Delisa cinta Abi karena Allah",

kalimat ini adalah kalimat termanis (menurut saya) di film Hafalan Shalat Delisa. sangat suka.

scene termanis...jadi inget Ayah... >.<


Film sederhana ini, mengajarkan kita tentang ikhlas..yang sangat mudah diucap namun sulit tuk diperbuat..
Betapa ternyata cara Allah memberi pemahaman kepada kita hambaNya sangat beragam. Sering kali kita tak sadar, bahwa ternyata Dia tengah menyapa kita. Mungkin dengan luka, mungkin dengan lara, tak jarang juga dengan ceria.

Belajar dari Delisa. Belajar ikhlas,, belajar lurus,, belajar bertahan dalam hidup.

Jumat, 06 Januari 2012

Calon Suamiku Harus Tinggi!

akhwat 1: "Calon suamiku itu harus tinggi"
akhwat 2: "Aih... kriteria macam apa itu....?"
akhwat 1: "loh,,terserah aku dong.. wong yang mau nikah itu aku..."
akhwat 2: " Oala ukh.. iya iya.. tapi mbok ya jangan gitu lah.. moso patokannya fisikis gitu..? berarti nanti kalo ada ikhwan sholeh yang datang melamar, udah mapan dan tanggungjawab besar,, bakal kamu tolak cuma karna ia kurang tinggi begitu??"
akhwat 1: "Lah iya... syarat ya syarat.. ga mau tau pokonya kudu yang tinggi.titik."
akhwat 2: *geleng-geleng
akhwat 1: *senyum-senyum.

Selasa, 03 Januari 2012

Menyikapi Cinta di Kalangan Aktivis Dakwah

innalillahi,,
sosok mengagumkan itu kembali terngiang dalam memori…
si cerdas, tangguh, bijak dan entah apa…sepertinya aku butuh kata baru untuk menggambarkan ke-luarbiasa-annya…
aku kembali lagi kagum dan kagum, hanya dapat mengaguminya.. astagfirullah…. tipu daya syetan itu ya Allah… astagfirullah,, 
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik" (Ali-Imran: 14)
Sebagai aktivis dakwah sudah pasti, ujian dalam mengarungi samudra kehidupan dakwah ini tidaklah akan mudah. Beragam tantangan gulungan ombak penghalang akan terus datang. Menerpa perjalanan hingga kelak kita sampai di finishnya. Dengan porak-poranda mungkin, basah kuyub, ya itu sudah pasti. Namun bagaimana pun, itu smua akan dan harus dilalui.

Cinta. Rasanya ini merupakan salah satu ujian berat yang harus dilalui kita para aktivis dakwah. Cinta dalam konteks sebuah rasa 'manusiawi' yang timbul antar dua insan yang berlainan jenis. Layaknya cinta adam dan hawa, cinta yusuf dan zulaekha, cinta baginda Rasulullah dan ibunda siti khodijah. Rasa ini tentunya sangat rentan sekali untuk kita para aktivis dakwah thulabi yang kesehariannya senantiasa dihadapkan pada kenyataan dan keharusan kita berinteraksi intensif antar lawan jenis sesama aktivis dakwah.

Tentunya tidak dapat dipungkiri,
bahwa cinta akan timbul karena terbiasa. Terbiasa beramal jama'i bersama, terbiasa menyelesaikan berbagai persoalan dakwah bersama, terbiasa saling mengingatkan dalam kebaikan bersama, bahkan mungkin terbiasa menangis bersama dalam berbagai muhasabah tiap agenda. Merasai bersama pahit manis, asam-garam kehidupan dakwah kampus atau sekolah dalam kurun waktu yang tidak bisa dibilang sebentar. Tentu benih-benih itu tanpa ditanam dan disiram pun akan tetap bertumbuh.

Tidak ada yang salah atas itu semua. Bukan hal yang salah jika kita jatuh cinta. Bahwasannya aktivis dakwah pun juga hanya manusia biasa bukan?. Maka jangan salahkan cinta, pun jangan pula terbebani dengannya, apalagi sampai berusaha untuk membunuhnya. Karena sejatinya dia adalah fitrah. Dan fitrah cinta ini adalah persoalan bagaimana kita dalam menyikapinya.

Beberapa baris kalimat pembuka di atas sangat mungkin pernah terbesit dalam hati-hati kita. Ketika melihat sosok aktivis militan yang pesona keimanannya begitu memancar. Kesholehan pribadinya begitu nampak. Pemikiran briliannya selalu menyempurnakan kerja-kerja dakwah. Ditambah aura kepemimpinannya yang bijaksana lagi tegas. Salahkah jika muncul rasa itu? Sekali lagi tidak. Bukan perasaan itu yang salah, melainkan pilihan langkah kita yang sering kali salah dalam menyikapinya.

Lantas apa dan bagaimana cara kita untuk menyikapinya?
Seorang ustad pada siarannya di salah satu radio dakwah pernah menyampaikan, bahwasannya benar, cinta datang dari mata turun ke hati, dari pendengaran turun ke hati. Maka jagalah keduanya ini. Jagalah dengan sungguh-sungguh seluruh indera yang dikaruniakan olehNya. Menjaganya dengan sebenar-benar penjagaan dan memohon pada pemiliknya dengan segala kerendahan dan penghambaan untuk senantiasa menjaga hati kita tetap pada koridor yang diridhoi-Nya. Menjaga pandangan untuk menjaga hati (ghodul bashar ilaa ghodul qulub). Maka hal penting pertama adalah ini, jangan pernah sepelekan hal ini.

Kemudian sadarilah. Bersegeralah 'menyadarkan diri', bahwasannya semua rasa yang timbul itu adalah fana, maya, semu. Rasa itu timbul oleh karena adanya sebab. Maka seiring dengan hilangnya sebab-sebab yang mengharuskan kebersamaan dan ke-terbiasa-an tersebut, maka akan menyertai pula hilangnya perasaan yang pernah bertumbuh itu. Cepat atau lambat pun rasa itu akan berkurang lalu hilang.

Lalu yakinlah. Bahwasanya jelas janji-Nya dalam Al-Quran. Telah Ia siapkan laki-laki baik untuk perempuan-perempuan baik, pun sebaliknya. Jika dalam al-huda itu pun tlah jelas tertulis, maka masih adakah alasan kita untuk meragu??.

Mari sibukkan diri dalam perbaikan. Meningkatkan kualitas diri dan berusaha memantaskan diri untuk mendapatkan satu yang terbaik yang telah disiapkan oleh-Nya untuk masing-masing dari kita. Jangan biarkan tipu daya syetan itu memonopoli hati dan pikiran kita. Menjerembabkan diri kita ke jurang nista.

Wallahu'alam bishshowab,

lihat di dakwatuna

Senin, 02 Januari 2012

Keep on Writing!

Pagi ini seperti pagi-pagi biasanya..ba’da sholat shubuh dan tilawah kunyalakan laptop butut kesayanganku. Kemudian memasang modem dan seperti biasa mulai berselancar di dunia maya. Mengecek email adalah hal rutin pertama yang aku lakukan.
Ah masih belum ada… itu lagi yang terbesit di hati. Mungkin memang tulisanku belum layak muat. Hfft…sabar, sabar…

Lantas aku pun mulai kembali asik berselancar lagi. Membaca berita-berita hari ini di Koran online langgananku, mengupdate blog pribadi, dan lain-lain. Sedang asik berselancar di dunia maya, tiba-tiba handphone-ku pun bergetar,