Ini adalah blog pribadi saya, berisikan tulisan-tulisan saya yang tentunya terinspirasi dari banyak hal dan kejadian. Jika ada kebaikan di dalamnya tentu datangnya dr Robb kita yg Maha Baik, jika ada kealpaan pasti datangnya dr saya pribadi. Semoga bermanfaat.

Kamis, 01 Desember 2011

Ayah ( Catatan Akhir Ramadhan)

Menjelang hari raya, banyak sekali hikmah yg terselip manis.. subhanallah…

Ramadhan sudah pergi, meninggalkan aku yang (astagfrllh..) tahun ini tidak dapat memenuhi targetan ramadhanku..
Namun ramadhan mmg ttp selalu teristimewa,,
Dari rangkaian pengajaran ramadhan yang kulalui,, ada satu hal yang sangat menusukku dalam. menggetarkan,, memaksaku tak hentinya tuk luruhkan airmata,, menikmati sentuhan sedih dan syukur,

Pagi subuh tadi hingga menjelang sholat ied, lagi… aku terus menyimak lantunan takbir yang terdengar melalui speaker masjid yang digemakan Ayah sejak malam takbiran,,
Lagi, mataku pun kembali berkabut menyimaknya,,
Bukan hanya karna disebutnya asma Allah ke penjuru bumi oleh seorang yang kucinta,, namun juga krna teringat akan kejadian di penghujung ramadhan kemarin,, ketika menerima kabar duka dari seorang sahabat yang ditinggalkan Ayahnya tepat satu hari menjelang hr raya,,
-Allahummagfirlahu..- , dia tegar,,ato setidaknya berusaha tegar kukira,,

Terbayang,, suatu saat nanti aku pun mungkin akan merasakan posisi itu,
Akan kuatkah??? Harus. Walo pastinya akan sangat sakit.

Jadi ingin bercerita tentang ayah…

Ayah, lelaki biasa keturunan asli Jakarta,
Orang bilang kebanyakan kami (keturunan betawi) adl pemalas,, pekerjaannya hnya jual tanah lalu menghamburkan uangnya,,, hidup dengan hasil kontrakan…dan hidup begitu2 saja..
Tp tidak dengan ayahku,, dia adl ayah terajin yg pernah ada,, paling hemat, dan cermat perhitungannya,,
Dia juga sangat pekerja keras,,
Dia pedagang.. profesi luar biasa yang sama dengan baginda Rasulullah bukan??

Beruntung sekali,,memilikimu Ayah,
Sholatmu selalu tepat waktu,, di rumah Allah,,
Subuh, tak pernah lewat sekalipun (jika bukan karena sakit atau lelah yang sangat) kau baca surat cinta-Nya itu,, bahkan sekaligus arti dan tafsirnya,
Mungkin bacaanmu memang tak sebaik para ustad..namun pentingkah??
Cukuplah keistiqomahan-mu membaca dan mengamalkan kn menjadi nilai lebih dimataNYa bukan??

Ayah tidak pernah marah,,, jika tidak benar2 kesal. Maka aku akan sangat sedih jika sampai membuatnya marah,,itu artinya aku sudah keterlaluan..

Ayah sangat humoris.. dan pecinta anak2..

Ah, terlalu sulit rasanya menggambarkan ayah… sulit bkn benar2 karena sulit,,
Sulit karna mata ini terus berkabut jika mengingat-ingat tentangnya,

Orang bilang dari aku kecil dulu paling dekat dengannya,,
Setiap subuh menjelang, setiap itu pula aku kecil terbangun dan ikut ayah menuju masjid depan rumah. Kadang sampai tertidur di belakang,,hingga memaksa ayah tuk menggendongku,,
Saat lampu padam,, kakak2 (ketika kecil dulu)  akan sontak menjerit, “Mama……”,  
Tapi tidak denganku.. aku akan reflek menyebut, “AYAH…..” J, entah kenapa bisa begitu..
Ayah,,paling suka jika dia memegang kepalaku,,mngacak-acak rambut atau jilbabku,, terasa sekali bahwa doanya terus mengalir untukku,,


Ayah,, akankah kelak kudapati lelaki sepertimu,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar