Ini adalah blog pribadi saya, berisikan tulisan-tulisan saya yang tentunya terinspirasi dari banyak hal dan kejadian. Jika ada kebaikan di dalamnya tentu datangnya dr Robb kita yg Maha Baik, jika ada kealpaan pasti datangnya dr saya pribadi. Semoga bermanfaat.

Rabu, 30 November 2011

Kegigihan dalam Mencari Kebenaran


Judul                     : Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan
Penulis                 : Tasaro GK
Penerbit              : Bentang Pustaka, Yogyakarta
Cetakan               : V, Januari 2011
Tebal                     : xxvi + 546 hlm
Harga                    : -


Novel ini menceritakan tentang perjalanan seorang penyair ternama dari Persia bernama Kashva, dalam usahanya membuktikan kebenaran keberadaan Nabi baru dari tanah Arab. Perjalanan panjang Kashva, Sang Pemindai Syurga dimulai sejak kejadian di Bangsal Apadana, yang nyaris menghabisi nyawanya. Keberanian Kashva menggutarakan perihal ramalan kehancuran Persia serta kedatangan Astvat- Ereta yang dijanjikan dan yang akan melindungi iman umat Zardust di depan seluruh perwakilan Negara-negara ternyata mengundang kemurkaan Khosrou, sang penguasa Persia.

Demi untuk menyelamatkan diri dan keimanannya, Kashva pun memutuskan untuk melarikan diri. Pergi meninggalkan Persia,
kampung halamannya,  tempat tinggalnya, dimana ia menghabiskan banyak waktu untuk berkarya. Pergi untuk mencari dan membuktikan perihal keberadaan Nabi baru dari negeri Arab, Muhammad SAW. Maka perjalanan penuh jerih dan derita Kashva pun dimulai, tujuan pertama adalah Gathas. Ditemani dengan Mahsya, utusan kepercayaan Yim (pengasuh Kashva sejak kecil), maka berangkatlah Kashva memulai perjalanan panjangnya. Di Gathas inilah segala rahasia besar Yim mulai terungkap satu persatu. Dari mulai siapa itu Mahsya sebenarnya hingga siapa Yim sebenarnya.

Novel ini juga menceritakan tentang kisah cinta Kashva dan Astu (anak perempuan Yim) yang kandas ditengah jalan karena ternyata Yim telah menjodohkan Astu dengan anak kepala suku Gathas. Astu meninggalkan Kashva begitu saja dengan hati yang retak bekeping-keping.

Setibanya di Gathas ternyata Astu dan suaminya sudah memiliki seorang anak laki-laki yang sangat lucu. Dalam waktu singkat anak ini pun entah kenapa dapat dengan cepat akrab dengan Kashva.  Hingga saat tentara Khosrou berhasil menemukan Kashva dan menyerang Gathas,maka Astu pun menitipkan anaknya kepada Kashva untuk turut dalam perjalanan panjangnya.

Maka Kashva pun melakukan perjalanan dari Gathas hingga ke Tibet. Menghindar dari para tentara Khosrou yang kejam. Tak kenal henti terus melakukan perjalanan untuk menemukan Sang Penggenggam Hujan, yang suci dan dijanjikan.

Secara berseling novel ini pun sesuai dengan judulnya, Muhammad, maka lebih banyak bab-bab yang menceritakan tentang kisah-kisah heroik Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Dengan menggunakan sudut pandang kedua tunggal. Tasaro benar-benar membawa pembaca seolah berada disamping Rasulullah. Menyaksikan setiap detail kejadian-kejadian memukau dikisaran abad ke-7 itu.

Kisah heroik Rasulullah dimulai pada perang uhud. Ketelitian dan ketajaman pena Tasaro benar-benar membawa kita seolah turut serta berada dalam peperangan itu. Di tiap babnya merasai bersama keharuan, kepedihan, serta kebanggaan yang dihadapi Rasulullah. Bahkan kita pun seolah turut merasakan sayatan pedang yang menyentuh kulit Rasulullah Muhammad SAW.

Novel ini dilengkapi pula dengan sebuah peta di akhir halamannya, yang menunjukan jalur perjalanan Kashva menemui Muhammad SAW. Ini sungguh mempermudah para pembaca untuk membayangkan seberapa keras upaya seorang Kashva untuk menemui manusia pilihan yang dijanjikan.

Ini merupakan novel biografi yang sangat nikmat untuk disantap para pecinta sejarah. Shiroh nabawi yang dikemas dalam bentuk novel yang sangat indah gaya penulisannya dan mudah untuk dicerna pembaca. Pantas saja buah karya Tasaro ini dalam kurun waktu setahun sudah mencapai cetakan ke-5. Two tumbs up untuk Tasaro GK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar